Sabtu, 24 November 2012

OTORITAS VETERINER dan 33 RANAH KERJA DOKTER HEWAN


Bantu Follow YOUTUBE SAYA ya gaes disini: https://www.youtube.com/@ajibesports 👦😊
         Karena saya sedang kuliah di kedokteran hewan,, maka saya akan berusaha mengangkat pekerjaan ini terutama di mata pemerintah. memang saat ini dokter hewan masih dipandang sebelah mata oleh pemerintah, dokter hewan masih menginduk pada dinas peternakan ,,belum ada dinas dokter hewan yang berdiri sendiri. padahal peran dokter hewan sangatlah besar misal jika ada penyakit rabies,maupun flu burung atau penyakit yang diderita manusia yang sumbernya dari hewan, tentu orang orang dari kedokteran umum tidak bisa bekerja sendiri, mereka harus berkolaborasi dengan dokter hewan. bayangkan betapa bahayanya rabies,flu burung atau penyakit zoonosis di masyarakat.tentu masih banyak lagi zoonosis (penyakit yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya ).

ilustrasi diatas merupakan alasan betapa pentingnya dokter hewan, memang otoritas veteriner yang di tetapkan pemerintah sudah baik.

Otoritas veteriner dapat diartikan sebagai kelembagaan kewenangan pemerintah dalam pengambilan keputusan tertinggi yang bersifat teknis kesehatan hewan dengan melibatkan profesionalisme profesi dokter hewan dan dengan mengerahkan semua lini kemampuan profesi mulai dari menentukan kebijakan, mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan, sampai pada pengendalian teknis operasional di lapangan. Sedangkan Otoritas Medis Veteriner adalah otoritas yang melekat pada seorang dokter hewan yang melakukan pelayanan medis veteriner sesuai aturan hukum yang berlaku dan diterapkan pada hubungan “transaksi terapeutik” (transaksi pengobatan) dapat dengan obat-obatan atau berupa tindakan medik dan transaksi jasa medis veteriner yang bersifat layanan individual (dokter dengan pasien ekor per ekor) berdasarkan persetujuan dengan pemilik hewan (Bambang Sumiarto, 2008).

Menurut OIE ada 33 bidang kerja dokter hewan di 110 negara :
1. Food technology (Teknologi Pangan)
2. Food inspection (Inspeksi Pangan)
3. Food hygiene (Higiene Pangan)
4. Consumer protection (Perlindungan Konsumen)
5. Laboratories (Laboratorium)
6. Legislation (Legislasi)
7. Artificial breeding
8. Zoos (Kebun Binatang)
9. Laboratory animals (Hewan Laboratorium)
10. Animal Welfare
11. Zoonoses (Penyakit Hewan)
12. Veterinary medicine (Medis Veteriner)
13. Clinical health care
14. Disease control (Pengendalian Penyakit)
15. Exotic diseases (Penyakit Eksotik)
16. Epidemiology (Penyebaran Penyakit)
17. Quarantine (Karantina)
18. Livestock and animal products
19. Aquaculture (Hewan Akuatik)
20. Wildlife (Alam Liar)
21. Environmental protection (Perlindungan Lingkungan)
22. Nutrition (Nutrisi)
23. Parasitology
24. Teaching (Dosen)
25. Research and development (Penelitian)
26. Livestock marketing
27. Publications
28. Economics
29. Import animal production
30. Livestock industry organizations
31. Administration
32. International Cooperation
33. Professional organizations 
thanks,, semoga pemerintah dapat lebih mengangkat pekerjaan kami,
 
(NOTE : Petunjuk CARA MEMBUKA LINK di web ini silahkan KLIK DISINI 😊)




5 komentar:

  1. untuk yang telah membaca artikel diatas
    dukung semoga pemerintah mengerti ,,

    BalasHapus
  2. bagus banget artikelnya,,
    dokter hewan sepertinya memang dipandang sebelah mata oleh pemerintah, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan hal ini..
    Saya doain moga sukses kawan.. :)

    kunjungi juga blog saya ya lewat sini
    http://thelikers.blogspot.com/2012/10/merubah-pola-hp-jadi-sumber-uang.html

    BalasHapus
  3. blogwalking kak. mampir ya http://kreasiisengmiti.blogspot.com/ .

    BalasHapus

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages

SoraTemplates

Best Free and Premium Blogger Templates Provider.

Buy This Template